Rabu, 12 Juni 2013

TIGA TAHUN, TIGA SEMESTER, TIGA MINGGU, TIGA HARI DAN TIGA JAM

ini memang aneh, ketika hati sudah berkata tapi otak masih meragukan hal yang membuat aku patah semangat. Terlalu berhayal lah, bagai bungkuk merindukan bulan lah, atau seperti ikan yang ingin bisa terbang, semua itu tidak mungkin pernah jadi milikku. itu yang otak katakan saat hati sudah jujur berbicara. tapi memang benar otak tidak ingin membuat hati terluka karena perasaannya yang jujur dan selalu menjadi bahan untuk disakiti. aku ndak ngerti kenapa begitu sulit untuk menyatakan hal yang biasa dan mudah "AKU CINTA KAMU". tapi itu memang sulit brohhhh.
Sudah betahun-tahun aku suka sama dia tapi bibir ini ndak bisa bekata apa-apa dan ini berkali-kali dalam hidupku dan semua terlewat begitu saja. Pertama saat aku suka dengan teman SMP ku. Namanya L***K. Dia adalah ketua PMR di sekolahku dulu dan aku jadi wakilnya. dia anggun dan sederhana. matanya bersinar-sinar menebarkan hujan di hatiku. Semua yang dia pandang seolah menjadi indah, bunga yang layu menjadi mekar kembali, dunia yang hancur karna kiamat pun kembali utuh dan ceria kembali, mungkin Tuhan pun tak mau melihat wanita seindah dia belum bahagia karna belum memiliki aku hehe.. Tapi... yupz tentu banyak pesaing-pesaing yang lebih kompotitor ketimbang aku. ada anak kaya raya, pria tampan dari kota Lembang dahkan ada senior yang memiliki jabatan yang tinggi.Ironinya dia menjadi pacar seniorku. apes, yak apes banget saat ku tau ternyata dia jadian dengan seniorku... BERSAMBUNG..

Rabu, 09 Januari 2013

GLOBAL WARMING




Bertahun-tahun isu-isu tentang global warming. Sebenarnya apa itu global warming? global warming adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia. Efek rumah kaca menjadi faktor utamanya selain memang umur bumi yang semakin tua. Jadi global warming adalah pemanasan suhu bumi yang di sebabkan oleh efek rumah kaca yang mengakibatkan bumi semakin renta.
Efek rumah kaca, ya efek rumah kaca yang mengakibatkan bumi kita semakin rentan. Efek rumah kaca adalah proses pemanasan suatu benda langit(Joseph Fourier  1824). Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak, batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk menyerapnya. Penyebabnya adalah naiknya konsentrasi gas karbon dioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer yang menjadikan bumi memanas. Hal ini menyebabkan suhu bumi tidak stabil. Hingga permukaan air naik dan pulau-pulau kecil tenggelam.
Banyak sekali dampak dari global warming di dunia ini. Dari kekeringan, kemarau panjang dan bencana-bencana di muka bumi ini karena efek rumah kaca. Terus siapa yang salah dong? Masa kita menyalahkan sebuah nama “Efek Rumah Kaca”

Minggu, 03 Juni 2012

???

apa.. apa yg ad d otak mu..? Mengapa.. Mengapa aku gg tau isi hati mu..? Knv.. Knv begitu mudah kau mainkan pita suaramu..? Kau putar perkataanmu.. Saat ku mulai terbiasa tanpa bayang'a karnamu. Saatku ku mulai nyaman dgn manjamu.. Saat kau bawakan lentera d hidupku knv kau tdk memapahku n membawaku pergi dri gelap bayangan'a... Jawab pertanyaanku! Mungkin ada sesuatu antara kau dn bayangan'a... yg tak ku tau...

kawan?

kawan, inget gg 2 taun yg llu. wktu celana kita sma, baju kita sma, putih abu. cmn yg mbedain w ma kalian tampang doang. wktu kt msh pnya cita2 yg kita gantungkan bersma pasti'a setinggi langit. waktu pagi yg mnyuntukkan, hukuman yg menyebalkan, gamparan yg menyakitkan, pelajaran yg mmbosankan, gru yg menakutkan, dn istirahat dn pulang yg menyenangkan. "jangan lpa bimbel akutansi" aduh, kata2 itu lg. bosen w. tp knv w bsa lewati itu smua? Jwaban'a karna ada kalian. Inget kawan, dlu kita srba ingin tau, dn itu yg buat kta bandel. Pulang sekola pasti kta keluyuran. Mlem kta keluyuran, libur, msi aja kluyuran sma klian lgi. Ko gg bosen ya, dri snin smpe minggu ktemu muka2 melas klian lgi. inget gg kawan waktu kita lg axis2'a d dpn kamera. Dri istirahat, makan, minum kelapa, kemping, jln2, gitar2an, masak2an, smpe mndi pun terekam kamera. Kamera yg bkn smua itu terkenang smpe skarang, saat kta sudah petik hasil 3 taun belajar kta. Petiklah smua'a kawan, dn sisipkn kenangan pd ku sebuah persahabatan. "SMA"

kesanku melihat dunia

akhir'a aku keluar dri dinding kotor yg mulia milik ibuku. ku buka mata ini lebar2 agar terlihat jelas setiap sudut dunia yg aku rindukan sejak 9bulan yg lalu. ko gelap yak? aku hanya bisa mendengar sayup sayup suara sahadat dan dilanjutkan azan dan ikomat.. subhanallah indah sekali lantunan itu.. gg sia2 aku paksakan tubuh kecil ini menerobos lubang sempit milik ibuku.. belum selesai terpesona akan suara itu aku rasakan hangat sekali sekujur tubuhku, ku cium bau keringat suhada wanita yg memperjuangkan hidupku. di tuntun'a mulutku kuntuk mengenyot daging tumbuh di dada'a. "anakku, minumlah, pasti kau haus yak habis berjuang keluar dri tubuh ibu" suara itu mengagetkanku. o, jadi itu yg nama'a ibu to. aku hisap daging itu, luar biasa subhanallah, daging itu dpt mengeluarkan air yg sangat lezat. rasa'a manis, hangat, dan 100% mengandung kasih sayang dri ibuku. wah, benar2 menyesal anak2 yg gagal keluar dan tak sempat merasakan dunia yg indah sekali. maaf yak teman2 yg tak seberuntung aku,,

LANGKAH PERTAMA

Ambilah langkah pertama dalam perjuangan. Anda tidak harus melihat seluruh tangga, ambil saja langkah pertama (Dr. Martin Luther King Jr).

simpan retorika, simpan mimpi- mimpi, pusatkan pada kakimu, tekatmu, siapkan mentalmu....
jangan banyak mencari jalan, karna jalan begitu banyak untuk mencapai mimpimu..
tp tujuanmu? pastinya hanya satu..
apa yang dibutuhkan?


LANGKAH PERTAMA!!!!

Rabu, 07 September 2011

Saat Kau Tak Ada

Satu minggu berjalan tak terasa semua masih trlihat ramai. Ku lihat kdua adikku sbuk dgn dunia'a, adikku yg besar sedang main ps, sedangka yg kecil di gendong ibuku yg tengah asik bercengkrama dengan saudara- saudara ku di ruang tengah. Keluargaku berkumpul di rumahku selama 7 hari untk tahlilan ayahku. Ya, ayahku trlalu cpat mninggalkan aku, ibu, dan kedua adiku. Tapi itu tkdirNYA. Satu persatu saudaraku mulai pulang untuk melanjutkan rutinitas esok hri, karna malam ini adalah mlam ke 7. Sebelum semuanya pergi aku ketiduran di kamar biasa'a ayah dan ibu melepas lelah. Aku smpat terbngun saat ku dengar rintihan ibuku sayang "Yah kini kamu tlah bersamaNYA kau titipkan ketiga anak kita, sebenarnya aku belum siap yah, uhuhuh T_T" ibuku mnangis. Aku tak bs rskan dengkulku, tak ku rasa air mta telah menjadi pulau di bantalku. Aku tak henti- hentinya menangis walau tak terdngar oleh ibuku karna ku dalam posisi tidur. Guling setia memeluku dalam tangis hingga tnpa sadar aku tretidur kembali.
Saat aku terbangun oleh pagi, ku lihat ibuku kmbali ceria. Mungkin dia tak mau terlihat lemah di hadapan anak- anaknya. Aku duduk sejenak untuk mengumpulkan nyawaku. Ku lihat kedua adikku sedang menonton tv. "Bu ayah blom plang,,?" tanya adikku yg kcil ke ibuku. Smbil trsedak- sedak oleh air mta'a yg tertumpah lewat mulut ibuku menjawab " Ayah udah berangkat kerja lagi dek,,?". "Duh adek kangen ma ayah,,?"Celoteh balita itu. Kami bertiga diam tak mmpu memainkan pita suara di kerongkongan kami. Aku sadar sebagai anak tertua akulah pengganti lakon yg di mainkan oleh ayahku sebgai kepala keluarga. Aku mncoba mncairkan susasana, " Dek beli bubur yu,,?" Tanyaku pada adikku. Anak bungsu itu langsung ku gendong untuk membeli bubur ayam. "Mas, gendong pake kain,," Ku caba menjdi seperti ayahku yg sabar akan sikap adikku yg manja. Ku gendong dia dengan kain, walaupun aku sedikit malu di lihat orang- orang. Sampai di rumah kembali aku bergegas mandi dan pakai seragam sekolah. Di kmar ku lihat adikku yg bsear sedang menangis. Udah de, udah, itu kdirNYA," kataku memecutnya agar tegar. "Mas, mungkin aku kuat, tapi adek kita mas,,?". Hu,,,h. aku menarik napas panjang karna aku pun tak tau harus jawab apa. "Mas adek kita masih kecil dan belum puas akan kasih sayang ayah mas, tapi semua begitu cepat buat adek mas!". Belum sempat ku jawab karna akupun tak mampu menjawab'a. Aku melangkahkan kaki ku ke sekola. "Mas brangkat skla dl ya, udh tlat" alibiku berbicra. Dia terdiam dan menganggukan kepala pertanda ia mengerti akan kebingunganku.
Saat di sekola ku kunci semua isi hatiku. ha,,! hilang bagai setan di makan sengatan matahari saat semua merangkulku dengan canda tawa dari teman- temanku. Sempat tidak terpikir olheku keadaan rumah. Aku tak langsung pulang seusai sekola. Ku ingin lpaskn beban yg membebaniku. Saat itu aku tak peduli dengan nasib ibu dn kdua adiku yg mngkin sdang mncuci wjah mreka dgn air mta'a. mgrib aku plang, Saat ku buka pintu,, "anak tak tau diri, ta* kamu!" ibuku langsung menamparku. "Lihat adikmu!" mulutnya seakan ingin mnelanku blat2. Aku trdiam, adiku yg kcil mnangis, Dan yg bsar hnya mnundukan kpala. Dan adikku yg kcil brtanya "Bu knp sih, ko cman gtu mrah2, ayah ga prnah ngelarang mas maen tp ibu ko mrah sih?". "Ayah mu itu mati,,!" Tanpa ia sdar trcuat kt2 itu dr bibir'a yg manis. Semua trdiam, mlai dr ujung kki hngga ujung kpala trasa prih sperti trsyat bambu kcil lalu ku tmpahkan perih itu dlam tetesan air mta. sjenak bnda cair itu mmbanjiri pipi kusamku yg pnuh dngan debu. Aku lihat adik ku yg bsar jg mnagis. Ibuku jtuh terlungkai, adikku yg kecil memeluk tubuh ibuku seakan ingin mnopang'a. "Ibu, ibu kenapa?, adek ga ngerti mnsut ibu,,?" adikku bertanya dgn polos'a. ingin saat itu ku hadirkan dri'a. Tak snggup aku bnar tak snggup. Pahit prut ini krna tk sbutir nsipun ku tlan hri ini sdh tdk ku rsakan lg. mta ku, adikku yg bsar dn ibuku trtuju pd bcah kcil yg plos itu. Ku lihat wjah'a memelas, seakan mngharapkan pelukan dari Ayah'a. "Mas,,?" adikku brtanya pdku. Au tau ia akan mnanggung beban brat. Kelak nanti saat ia sdah mngerti lelucon ini tp ia tdk mngerti wajah ayah kndung'a. Hanya satu inginku saat itu. ku hanya ingin dia dtang. Memeluk tubuh mungil bocah malang itu. Dan mmnenangkan semua'a. Kuingin ia masih ada di bawah genting rumah kecil ini. Tapi saat itu aku sdar tak akan bisa merubah kadirNYA.
Aku sangat galau. Semua pikiranku larut akan keinginan yg mungkin tidak hanya aku yg mnginginkan'a. Seakan tubuhku trsentuh tangan ksar'a yg bkerja kras untuk khidupan aku, ibu dan kdua adikku. terbisik d tlingaku akan kata- katanya "mas, Bangun, shalat ashar" Suara ayah mmbangunkanku. aku trbangun dari tidur siangku. Huh, ternyata aku hanya mimpi di siang bolong. sykurlah,,. ku lihat pria mmakai sragam kariawan yg ia banggakan, dia ayahku, ayah yg dari tadi aku mimpikan. aku lngsung memeluk'a. "Ayah, jgan prgi dulu. Mas belum siap ayah ga ada, walau itu hanya dalam mimpi". ia tersenyum, tak mengerti mansut omongan ank'a. Ku cium bau keringat lelah yg ia cucurkan dari pgi. "Ayah bru plang?" Tanya ku. "Iya mas, tadi ada lemburan, lumayan lah buat tmbah- tambah beli beras" jwab'a. "jangan kecapean napa yah, mas ga mau ayah kambuh lg skit'a?". Ia hanya tersenyum dan menyuruhku shalat "Mas shalat sana, kalo ayah udah ga ada, cuman itu pesen ayah". Dari dulu kata- kata itu terus terjejal tanpa bosan ia msukan ke kupingku. Kini aku mngerti akan kehadiran'a, sekedar mmberikanku nasehat yg membosankan bagiku. Karna semua itu akan hilang saat jiwa'a telah melayang meninggalkan bumi dan aku. aku takkan siakan kesempatan kedua yg ku miliki. Bagiku mimpi tadi adalah pelajaran yg sangat berharga bagiku.

"SAAT KAU TAK ADA APA AKU SIAP,,?"